Selasa, 18 Juni 2013

Sesaknya Negeri Ini

Lihat kawan betapa sesaknya negeri kita, untuk bernapas terasa pengap. Seolah tak ada ruang untuk rehat. Dulu negeriku luas kawan, ya.. luas sekali, pepohonan tumbuh subur dimana-mana, rumput bebas bergoyang-goyang tanpa ada yang mencekal. pepohonan pun bebas melambai-lambai, seolah tak ada sekat untuk begerak. tapi kini, lihatlah kawan!!


Kami terjepit di tengah himpitan gedung-gedung tinggi, 
Mereka bebas membangun gedung-gedung pencakar langit, tanpa mempedulikan kami,
Mereka apatis terhadap sesama penghuni negeri,
Dulu negeri kita kaya, kawan. Kaya akan lahannya, sumberdayanya, bahkan orang-orangnya pun ramah tamah terhadap sesama.
Mereka bebas berekspresi, tannpa ada yang mengkritiki.
Bahkan bebas berdiri sepanjang hari pun tak ada yang peduli.
Tapi kini , coba lirik ini kawan !!
Kini untuk berjalan saja harus inchi demi inchi, tak heran banyak nama tempat di negeri ini dengan sebutan gang senggol, karena saking banyaknya penduduk negeri ini.
Kawan ini renungan diri,
Untuk dijadikan instrospeksi,


Semarang, 19 Juni 2013

#tugas tik_masalah kependudukan

0 komentar:

Posting Komentar